Gallery Utama

 

Halaman Depan

Management 

Peternakan Ayam

 

Pasangan Batako di sekitar kandang batere.

Pasangan Batako

Lampu di Kandang Batere.

Penerangan Kandang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pasangan Bambu

Posisi Tempat

Pakan & minum

 

 Management Peternakan Ayam

 

ANALISA  EKONOMI

Catatan :  Informasi asumsi dan analisa ekonomi untuk perhitungan investasi dan operasional sebuah peternakan ayam kampung petelur yang kami presentasikan dibawah ini berdasarkan kenyataan harga-harga yang berlaku di lapangan pada saat peternakan kami dibuat pada akhir 2003 dan awal tahun 2004.

Hal tersebut dapat berbeda tergantung pada :

  1. Lokasi dimana peternakan tersebut dibuat.
  2. Besaran dan luasan yang akan diterapkan pada pembangunan dan perencanaan pertenakan.
  3. Perbedaan harga-harga bahan saat analisa ini dibuat dan yang anda buat.
  4. Pemilihan material dan bahan-bahan yang dipergunakan.
  5. Jumlah ayam yang dipelihara
  6. Jenis dan Merek pakan atau campuran yang akan dipergunakan
  7. Perbedaan dalam gaji anak kandang atau pekerja di peternakan, serta banyaknya pegawai yang dipekerjakan.
  8. Hal-hal lain yang merupakan variable yang mempengaruhi investasi.
  9. Perijinan dan hal lain sejenisnya.

Asumsi :

Kita mulai asumsi kita dari tidak ada menjadi sebuah peternakan ayam kampung petelur.

Investasi yang dibutuhkan

  1. Tanah :

Tanah atau lahan yang akan dipergunakan untuk peternakan ayam haruslah memenuhi persyaratan untuk dijadikan peternakan dan mendapatkan ijin dari warga sekitar dan pejabat setempat, cukup jauh dari peternakan lain dan terutama rumah penduduk. Cukup air dari sumber yang bersih misal: sumur bor. Luas tanah yang diperlukan sangat tergantung dari berapa banyak ayam yang akan dijadikan ayam petelur. Adapun tanah ini bisa di dapat dengan cara dibeli atau disewa.

Dalam hal tanah tersebut baru dibeli, seyogyanya harga tanah tersebut harus semurah mungkin dengan tidak mengurangi kemudahan jalan keluar masuk peternakan dan memenuhi juga fasilitas yang dibutuhkan. Agak susah untuk memasukkan harga tanah dalam investasi awal peternakan ini. Dengan demikian bisa dianggap dalam asumsi sebagai tanah sewa saja dalam perhitungannya.

  1. Fasilitas Peternakan :

Fasilitas peternakan adalah berupa :

    1. Rumah jaga, termasuk perlengkapannya dan gudang. Rumah jaga dan tempat pegawai ini dapat dibangun dengan cukup ekonomis tergantung selera dan syarat kesehatan, kebersihan dan keamanan. Dalam hal ini bahan dasar bangunan adalah tembok batako, kusen kayu dan atap asbes. Pintu dari double triplex dan panel hanya untuk pintu depan. Kloset jongkok.

Dapat juga untuk kenyamana di pondok ini diberikan TV berwarna 14�, radio, meja, kursi dan tempat tidur sebanyak minimal 2 buah. Listrik dan sebuah saluran telephon untuk mempermudah pemasaran dan komunikasi lainnya.

Tidak ada batasan untuk pembuatannya dan tergantung penggunaan rumah jaga tersebut, apakah dipakai untuk kantor juga atau malah disiapkan 1 kamar sebagai tempat istirahat pemilik peternakan.

    1. Pagar, didirikan diatas pasangan batako, dengan tiang dolken dan besi siku di beberapa bagian tiang penyangga untuk memperkuat dan ditutup dengan bahan seng. Lembaran bekas pakai.
    1. Kandang- kandang. Kandang disini dalam asumsi hanya dan harus kita batasi sebagai kandang penunjang sampai ayam tersebut siap bertelur (layer). Kandang tersebut adalah kandang Box, kandang DOC dan perlengkapannya seperti chickguard, pemanas lengkap dengan jerigen minyaknya dan kandang pembesaran. Terakhir adalah kandang batere.

Kandang DOC : terbuat dari kayu dolken, balok dan dengan atap asbes. Atap seng dan bahan bangunan kombinasi antara dolken dan bamboo juga baik digunakan tetapi mempengaruhi daya tahan dan kerapihan saja. Kandang DOC tentunya juga dilengkapi dengan kawat pembatas sebaiknya ukuran 3 x 3 cm untuk menghindari tikus dan DOC mudah keluar kandang nantinya. Dalam proses minimal 2 minggu pertama, DOC memerlukan pemanas (brooder) dari pemanas dari sumber api dan minyak tanah. Dalam penggunaannya yang diterangkan dalam halaman lain mengenai management DOC atau ayam kecil, diterangkan lebih lanjut mengenai kebutuhan penunjangnya. Kita pakai perhitungan untuk 1.000 ekor memerlukan areal sampai dengan 3 meter persegi sampai usia 2 minggu.

Kandang Box : Dipergunakan bilamana jumlah DOC yang dipelihara pada suatu waktu jumlahnya tidak terlalu banyak. Misal kandang box yang kami miliki, setiap ruangnya cukup untuk memelihara 50 ekor sampai dengan 2 minggu dan 25 ekor sampai dengan minggu ke 5, baru kemudian dipindahkan ke kandang pembesaran.

Kandang Pembesaran : Sebenarnya kandang DOC yang dimaksudkan tadi bisa diteruskan menjadi kandang pembesaran. Kita pakai perhitungan disini luasan kandang adalah 1 meter persegi cukup untuk 10 ekor ayam. Sebenarnya bisa saja dipadatkan sampai 12 ekor atau bahkan 15 ekor tetapi menurut kami lebih baik 10 ekor saja.

Bangunan Kandang batere : Dapat dibuat dengan berbagai tipe baik tipe pelana atau monitor dan sebagainya tergantung kepadatan, luas lahan dan lainnya. Dalam penggunaan bahan, banyak juga dipakai kayu dolken dan bamboo sebagai bahan bangunan utama. Penggunaan balok kayu dan kaso jauh lebih rapih tetapi mempengaruhi investasi dan lama pakainya saja. Atap juga bisa dipakai seng atau asbes atau genteng tergantung pilihan dan budget saja.

Kandang Batere : Kandang yang kami pakai adalah dari kawat karena daya tahannya sampai dengan 10 tahun dan lebih baik dalam hal sirkulasi udara dan pemasangannya dan pengontrolan ayam yang ada didalamnya lebih mudah. Pilihan lain adalah kandang dari bamboo yang harganya hanya 1/3 dari kandang kawat.  

  1. DOC / Ayam Petelur

Dalam asumsi ini seharusnya dihitung bahwa DOC adalah jantan dan betina campur sebanyak 50 : 50, pada kenyataan biasanya DOC betina selalu 60% keatas. Tetapi dengan demikian maka perhitungannya akan menjadi cukup panjang karena 50% betina dihasilkan sedangkan sisanya 50% jantan harus dibesarkan untuk dijual sebagai ayam pedaging saja bila telah masuk dalam pasaran untuk dijual.

DOC yang diambil sebagai perhitungan adalah 1.000 ekor atau sebenarnya adalah 2.000 ekor untuk mendapatkan setidaknya 1.000 ekor ayam petelur (layer) yang kita pakai sebagai dasar acuan perhitungan.

  1. Yang Tidak dihitung dalam asumsi ini adalah kondisi kondisi sebagai berikut :
  1. Banyak DOC yang mati akibat mis-management, atau mati karena sebab lain apapun
  2. Bila ada beberapa pejantan yang tidak segera dijual karena diseleksi untuk dipergunakan sebagai pemacok (jantan untuk di kawinkan).
  3. Beberapa betina yang dipersiapkan sebagai induk untuk dikawinkan
  4. Ad. B dan C tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan pengganti dari layer yang akan di afkir di kemudian hari, sebagai bagian regenerasi atau malah untuk meningkatkan atau menambah produksi.
  5. Beberapa ayam yang kerdil harus di afkir atau malah beberapa ayam yang tidak kunjung bertelur dalam batas waktu tertentu : misal pada usia 6 bulan tidak juga bertelur sementara teman-temannya telah bertelur semua atau paling tidak beberapa butir.