Catatan :
Informasi asumsi dan analisa ekonomi untuk perhitungan investasi dan
operasional sebuah peternakan ayam kampung petelur yang kami presentasikan
dibawah ini berdasarkan kenyataan harga-harga yang berlaku di lapangan pada
saat peternakan kami dibuat pada akhir 2003 dan awal tahun 2004.
Hal tersebut dapat
berbeda tergantung pada :
- Lokasi dimana peternakan tersebut dibuat.
- Besaran dan luasan yang akan diterapkan pada
pembangunan dan perencanaan pertenakan.
- Perbedaan harga-harga bahan saat analisa ini
dibuat dan yang anda buat.
- Pemilihan material dan bahan-bahan yang
dipergunakan.
- Jumlah ayam yang dipelihara
- Jenis dan Merek pakan atau campuran yang akan
dipergunakan
- Perbedaan dalam gaji anak kandang atau pekerja di
peternakan, serta banyaknya pegawai yang dipekerjakan.
- Hal-hal lain yang merupakan variable yang
mempengaruhi investasi.
- Perijinan dan hal lain sejenisnya.
Asumsi :
Kita mulai asumsi kita dari tidak
ada menjadi sebuah peternakan ayam kampung petelur.
Investasi yang dibutuhkan
- Tanah :
Tanah atau lahan yang akan dipergunakan untuk
peternakan ayam haruslah memenuhi persyaratan untuk dijadikan peternakan dan
mendapatkan ijin dari warga sekitar dan pejabat setempat, cukup jauh dari
peternakan lain dan terutama rumah penduduk. Cukup air dari sumber yang bersih
misal: sumur bor. Luas tanah yang diperlukan sangat tergantung dari berapa
banyak ayam yang akan dijadikan ayam petelur. Adapun tanah ini bisa di dapat
dengan cara dibeli atau disewa.
Dalam hal tanah tersebut baru dibeli, seyogyanya
harga tanah tersebut harus semurah mungkin dengan tidak mengurangi kemudahan
jalan keluar masuk peternakan dan memenuhi juga fasilitas yang dibutuhkan.
Agak susah untuk memasukkan harga tanah dalam investasi awal peternakan ini.
Dengan demikian bisa dianggap dalam asumsi sebagai tanah sewa saja dalam
perhitungannya.
- Fasilitas Peternakan :
Fasilitas peternakan adalah berupa :
- Rumah jaga, termasuk perlengkapannya dan gudang.
Rumah jaga dan tempat pegawai ini dapat dibangun dengan cukup ekonomis
tergantung selera dan syarat kesehatan, kebersihan dan keamanan. Dalam hal
ini bahan dasar bangunan adalah tembok batako, kusen kayu dan atap asbes.
Pintu dari double triplex dan panel hanya untuk pintu depan. Kloset
jongkok.
Dapat
juga untuk kenyamana di pondok ini diberikan TV berwarna 14”, radio, meja,
kursi dan tempat tidur sebanyak minimal 2 buah. Listrik dan sebuah saluran
telephon untuk mempermudah pemasaran dan komunikasi lainnya.
Tidak
ada batasan untuk pembuatannya dan tergantung penggunaan rumah jaga tersebut,
apakah dipakai untuk kantor juga atau malah disiapkan 1 kamar sebagai tempat
istirahat pemilik peternakan.
- Pagar, didirikan diatas pasangan batako, dengan
tiang dolken dan besi siku di beberapa bagian tiang penyangga untuk
memperkuat dan ditutup dengan bahan seng. Lembaran bekas pakai.
- Kandang- kandang. Kandang disini dalam asumsi hanya
dan harus kita batasi sebagai kandang penunjang sampai ayam tersebut siap
bertelur (layer). Kandang tersebut adalah kandang Box, kandang DOC dan
perlengkapannya seperti chickguard, pemanas lengkap dengan jerigen
minyaknya dan kandang pembesaran. Terakhir adalah kandang batere.
Kandang DOC : terbuat dari kayu dolken, balok
dan dengan atap asbes. Atap seng dan bahan bangunan kombinasi antara dolken
dan bamboo juga baik digunakan tetapi mempengaruhi daya tahan dan kerapihan
saja. Kandang DOC tentunya juga dilengkapi dengan kawat pembatas sebaiknya
ukuran 3 x 3 cm untuk menghindari tikus dan DOC mudah keluar kandang
nantinya. Dalam proses minimal 2 minggu pertama, DOC memerlukan pemanas
(brooder) dari pemanas dari sumber api dan minyak tanah. Dalam penggunaannya
yang diterangkan dalam halaman lain mengenai management DOC atau ayam kecil,
diterangkan lebih lanjut mengenai kebutuhan penunjangnya. Kita pakai
perhitungan untuk 1.000 ekor memerlukan areal sampai dengan 3 meter persegi
sampai usia 2 minggu.
Kandang Box : Dipergunakan bilamana jumlah DOC
yang dipelihara pada suatu waktu jumlahnya tidak terlalu banyak. Misal
kandang box yang kami miliki, setiap ruangnya cukup untuk memelihara 50 ekor
sampai dengan 2 minggu dan 25 ekor sampai dengan minggu ke 5, baru kemudian
dipindahkan ke kandang pembesaran.
Kandang
Pembesaran : Sebenarnya kandang DOC yang dimaksudkan tadi bisa diteruskan
menjadi kandang pembesaran. Kita pakai perhitungan disini luasan kandang adalah
1 meter persegi cukup untuk 10 ekor ayam. Sebenarnya bisa saja dipadatkan sampai
12 ekor atau bahkan 15 ekor tetapi menurut kami lebih baik 10 ekor saja.
Bangunan
Kandang batere : Dapat dibuat dengan berbagai tipe baik tipe pelana atau monitor
dan sebagainya tergantung kepadatan, luas lahan dan lainnya. Dalam penggunaan
bahan, banyak juga dipakai kayu dolken dan bamboo sebagai bahan bangunan utama.
Penggunaan balok kayu dan kaso jauh lebih rapih tetapi mempengaruhi investasi
dan lama pakainya saja. Atap juga bisa dipakai seng atau asbes atau genteng
tergantung pilihan dan budget saja.
Kandang
Batere : Kandang yang kami pakai adalah dari kawat karena daya tahannya sampai
dengan 10 tahun dan lebih baik dalam hal sirkulasi udara dan pemasangannya dan
pengontrolan ayam yang ada didalamnya lebih mudah. Pilihan lain adalah kandang
dari bamboo yang harganya hanya 1/3 dari kandang kawat.
- DOC / Ayam Petelur
Dalam asumsi ini seharusnya dihitung bahwa DOC
adalah jantan dan betina campur sebanyak 50 : 50, pada kenyataan biasanya DOC
betina selalu 60% keatas. Tetapi dengan demikian maka perhitungannya akan
menjadi cukup panjang karena 50% betina dihasilkan sedangkan sisanya 50%
jantan harus dibesarkan untuk dijual sebagai ayam pedaging saja bila telah
masuk dalam pasaran untuk dijual.
DOC
yang diambil sebagai perhitungan adalah 1.000 ekor atau sebenarnya adalah 2.000
ekor untuk mendapatkan setidaknya 1.000 ekor ayam petelur (layer) yang kita
pakai sebagai dasar acuan perhitungan.
- Yang Tidak dihitung dalam asumsi ini adalah
kondisi kondisi sebagai berikut :
- Banyak DOC yang mati akibat mis-management, atau
mati karena sebab lain apapun
- Bila ada beberapa pejantan yang tidak segera
dijual karena diseleksi untuk dipergunakan sebagai pemacok (jantan untuk
di kawinkan).
- Beberapa betina yang dipersiapkan sebagai induk
untuk dikawinkan
- Ad. B dan C tersebut dimaksudkan untuk
mendapatkan pengganti dari layer yang akan di afkir di kemudian hari,
sebagai bagian regenerasi atau malah untuk meningkatkan atau menambah
produksi.
- Beberapa ayam yang kerdil harus di afkir atau
malah beberapa ayam yang tidak kunjung bertelur dalam batas waktu tertentu :
misal pada usia 6 bulan tidak juga bertelur sementara teman-temannya telah
bertelur semua atau paling tidak beberapa butir.